Langkah perlindungan kesehatan peserta didik diwujudkan melalui aksi Keamanan Jajanan sekolah yang dilakukan secara intensif oleh tim pengawas makanan di lingkungan sekolah dasar. Kegiatan ini berfokus pada pengambilan sampel makanan dan minuman yang dijual oleh pedagang kantin maupun penjaja makanan di luar gerbang sekolah. Sampel yang diambil kemudian diuji secara cepat di tempat untuk mendeteksi keberadaan bahan kimia berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan pemanis buatan berlebih. Pemeriksaan mendadak ini dilakukan guna menjamin jajanan anak terbebas dari ancaman zat beracun.
Dalam proses sidik pengujian lapangan, pengawasan keamanan jajanan pangan ini memanfaatkan laboratorium keliling yang dilengkapi dengan kit penguji zat kimia berbahaya yang sangat akurat. Petugas memberikan pengarahan langsung kepada para pedagang mengenai cara memilih bahan baku pangan yang aman, menjaga kebersihan alat masak, serta penyajian makanan secara tertutup agar tidak dihinggapi lalat. Bagi pedagang yang produknya terbukti bebas dari zat berbahaya, petugas memberikan stiker penanda kantin sehat sebagai bentuk rekomendasi keamanan pangan. Edukasi langsung ini memicu pedagang untuk lebih bertanggung jawab.
Masyarakat dan pihak sekolah menyambut sangat positif pelaksanaan inspeksi keamanan jajanan anak ini karena terbukti mampu memberikan rasa tenang bagi para orang tua murid. Anak-anak sekolah juga dibekali dengan edukasi cara mengenali ciri-ciri makanan yang berbahaya, seperti warna makanan yang terlalu mencolok atau tekstur makanan yang terlalu kenyal secara tak alami. Penurunan kasus gangguan pencernaan dan keracunan makanan di kalangan siswa menjadi bukti efektivitas aksi pengawasan pangan secara berkala di Badung. Lingkungan sekolah yang sehat mendukung proses belajar mengajar secara maksimal.
Dinas kesehatan bersama dinas pendidikan daerah terus memperkuat sinergi dengan membentuk tim pengawas kantin sekolah yang melibatkan perwakilan guru dan orang tua murid. Pelatihan pengolahan makanan higienis diberikan secara gratis bagi para pedagang sekolah agar mereka memiliki pengetahuan standar Sanitasi Pangan yang baik. Pemberian teguran dan pembinaan dilakukan kepada pedagang yang kedapatan menggunakan bahan berbahaya agar segera mengganti bahan olahannya. Pendekatan pembinaan yang tegas namun ramah ini menciptakan iklim usaha kantin yang aman.
Diharapkan kegiatan inspeksi kebersihan dan keamanan makanan sekolah ini dapat dilaksanakan secara teratur dan konsisten di seluruh wilayah kabupaten Badung. Kesehatan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa sangat ditentukan oleh kualitas nutrisi dan kebersihan makanan yang mereka konsumsi setiap hari di sekolah. Keterlibatan aktif seluruh elemen sekolah dalam mengawasi mutu makanan akan menciptakan iklim belajar yang aman, sehat, dan kondusif. Semangat pengawasan pangan anak ini akan terus dijaga demi keselamatan masa depan generasi muda.
